Minggu, 16 Oktober 2016

media sekuler terlalu melebih-lebihkannya dengan menyebut peserta yang datang berjumlah ratusan

Beberapa pendukung pasangan Ahok-Djarot yang mengatasnamakan 'Dulure Djarot' mengadakan aksi tanam pohon di taman depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Djarot dan pendukungnya itu melakukan pencitraan dengan menanam pohon yang dikabarkan oleh media mainstreem akibat ulah pengunjuk rasa Ahok pada Jumat, 13/10/16.


Seorang pengguna Facebook bernama Ushaifirah Qaani mengunggah foto proses pencitraan media terhadap perilaku Djarot dan relawannya, (16/10/16).


Jika dilihat dalam foto Ushaifirah, para relawan Djarot hanya berjumlah puluhan, bahkan bisa dihitung dengan jari. Namun sayangnya, media sekuler terlalu melebih-lebihkannya dengan menyebut peserta yang datang berjumlah ratusan.

Berbagai komentar berdatangan dari para netizen.

"Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh ke jamban pula," tulis Ryutiandra Pradhyta Hendra. "Tapi berita dimetro karanya ratusan," tulis Ian Anto.


"Penonton byran lmyn 50rb 1x potret.....sesungguhnya kafir itu tidak akan rela kamu sekalian menjadi muslim hingga kamu mengikutinya dan islam adalah agama yang diridhoiNya" tulis Arief Setya.

"Haha baru gitu aja udah dikambing hitamkan sama media ahoker.... klo pas pelantikan jokowi taman rusak, acara tahun baru sampah dan tanaman rusak, kira-kira siapa yang tanggung jawab.... kan pakai uang negara juga," tulis Jeminto Hadi Utomo. 

Entah siapa" menyiapkan skenario distraksi dan mendeskreditkan gerakan umat Islam. Sepetak taman dimanipulasi. Tiga jenis tanaman (costus, sabangdara, ararea) dikorbankan.

Pasca aksi tangkap penista agama, FPI difitnah sebagai perusak taman. Padahal taman itu sudah dirusak sebelum balai kota dipadati demonstrans.

Sabtu 15/10, media Ahok gencar merilis tema "taman rusak". Minggu pagi, Wagub Djarot bersama rombongan kecil Ahoker berteatrikal bikin beres taman itu. Sejumlah media dan stasiun tivi (macam metrotivi) ikut. Spanduk bertulis "gotong royong" dipasang. Sejumlah perempuan Ahoker berhijab ditampilkan. Agar tercipta kesan Ahok didukung muslimah.

Selama tiga jam, hantu-hantu cyber menggoreng isue ini di sosmed. Sampai seseorang menampilkan foto dan kronologi peristiwa fakta yang sebenarnya terjadi.
Rupanya, dinas "tertentu" telah merapikan taman itu. Sepetak area disisakan sebagai panggung teatrikal Djarot dan Ahoker. Hanya sepetak, tapi bisa jadi "berita heboh" di tangan Metrotivi dan buzzer. Itulah media Ahok.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar