Selasa, 27 Desember 2016

Cuifen Chow Wanita Kristen Yang ‘Menampar’ Pelapor Habib Terkait “Tuhan tak beranak”

Komentar bijak dari Cuifen Chow yang diposting pada laman Facebok tentang ceramah Habib Rizieq Syihab “Tuhan Tidak Beranak” yang dipolisikan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI).
Berikut isi pernyataannya.
“Saya sudah melihat video pak Rizieq yg katanya menghina Yesus. Kebetulan saya punya kawan2 muslim waktu kuliah dulu lalu saya bertanya pada mereka via WA apakah perkataan Pak Rizieq ini benar ada dlm kitab suci umat Islam? Lalu kawan saya mengatakan iya.
Maka saya berkesimpulan Pak Rizieq tidak menghina Tuhan Yesus, karenaTuhan tidak beranak adalah dogma dalam Islam. Lagipula saya melihat Pak Rizieq menyampaikannya bukan pada forum umum tapi dikhususkan pada komunitas mereka yakni pengajian.
Sama seperti saya yg meyakini Tuhan Yesus adalah Anak Bapa, itu adalah dogma kami orang kristen. Lah kalau nanti ada orang Islam yg melaporkan ke Polisi perihal dogma kristen yg trinitas tsb yg sering disampaikan kpd kami di gereja dan tertulis di kitab suci kami krn bertentangan dgn agama mereka bagaimana?
Kan lucu melaporkan dogma? Namanya saja dogma ya untuk ranah privasi. Jangan rasa tdk suka kita pada seseorang menjadikan kita tidak adil menilai mereka. Saya yakin hal ini malah membuat pelapor menjadi jelek namanya.
Yang damai saja lah. Salam Bhenika Tunggal Ika…”

Kamis, 22 Desember 2016

BENDERA CINA KEMBALI BERKIBAR, DPR: INI ANCAMAN KEDAULATAN, KITA MUSTI TEGAS!

Bendera Cina kembali berkibar di Indonesia, tepatnya di Pulau Bali. Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pihak kepolisian bersikap tegas terhadap bendera Cina yang berkibar di wilayah Indonesia.
"Apabila memang terbukti dilakukan dengan sengaja untuk melanggar aturan, itu artinya ancaman kedaulatan. Kita musti tegas jika kedaulatan terusik," kata Sukamta saat dihubungi TeropongSenayan, di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Merujuk kepada PP No. 41 tahun 1958 tentang pengibaran bendera asing, izin pengibaran bendera asing di daerah menjadi kewenangan pejabat daerah setempat, seperti gubernur, bupati dan walikota.

"Kalau belum ada izin dan tidak ada konteks, maka perlu ada tindakan. Hal-hal menyangkut kedaulatan seperti ini sangat sensitif," katanya.

Meski demikian, kendati ada izin semestinya dilakukan dengan hati-hati. Apalagi, sebagaimana diatur pada Pasal 7 PP No.41/1958, kepala daerah dapat melarang penggunaan bendera kebangsaan asing, apabila dapat menyebabkan timbulnya gangguan ketertiban dan keamanan umum. SUMBER
OM TELOLET OM BARCA BUS

Rabu, 21 Desember 2016

 Om telolet om, begitu nama tren tersebut disebut. Bukan sebuah parodi atau semacamnya, namun, tren ini merupakan tren meminta klakson pada pengemudi bus AKAP yang biasa dilakukan oleh anak-anak di daerah.
Hingga pada akhirnya, video anak-anak yang meminta suara klakson pada supir bus AKAP di pinggir jalan tersebar di media sosial dan jadi viral. Beberapa orang pun diketahui juga telah melakukan hal serupa dan diunggah di media sosial. Lantas, dari mana dan bagaimana sih latar belakang klakson om telolet om yang lagi booming saat ini? Dihimpun dari BBC dan sumber lainnya, berikut ulasannya.


Awal mula fenomena ini berawal dari aksi bocah-bocah tanggung di daerah Jawa Timur dalam memburu bunyi klakson bus yang terdengar 'telolet' dan merekamnya dengan telepon seluler.
Kegiatan anak-anak tersebut murni hobi untuk mencari kepuasan bathin. Apalagi mendapat suara telolet yang unik dan sudah dimodifikasi.
Dalam memburu telolet, mereka bergerombol dan rela menunggu lama. Ketika bus tiba, bocah-bocah tersebut akan mengacungkan jempol sambil berteriak ‘Pak Telolet Pak’ ada juga yang teriak ‘Om telolet Om’. Sebagian mereka juga ada yang sengaja menulis tulisan besar ‘Om Telolet’ agar dibaca oleh supir bus.
 




Senin, 19 Desember 2016

Ketum PBNU: Selamat Hari Natal bagi Umat Kristiani


Ketua Umum Pengurus BesarNahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, tak ada larangan bagi masyarakat yang ingin memberikan ucapan selamat hari Natal bagi umat Kristiani. Said pun turut mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristiani. Hal itu disampaikan Said, di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (24/12/2014).

"Saya, Said Aqil Siradj, mengucapkan selamat hari Natal kepada saudara kita umat Kristiani. Mudah-mudahan kita mendapatkan berkah Tuhan. Bangsa Indonesia semakin jaya dan sejahtera," kataSaid Aqil.

Ia mengatakan, tak ada yang salah ketika umat Muslim mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya. Said juga berharap perayaan Natal tahun ini memberikan berkah bagi bangsa Indonesia agar terus tenteram, tanpa konflik, dan masyarakat semakin sejahtera.

Masyarakat, kata Said, juga diharapkan bisa saling mendukung dan menjaga situasi kondusif pada perayaan Natal, Kamis (25/12/2014) besok. Menurut dia, keterbukaan masyarakat dalam mengelola perbedaan dapat mencerminkan Indonesia sebagai bangsa yang beradab.

"Kita harap agar masyarakat menghormati hari Natal. Kita tunjukkan Indonesia bangsa modern, beradab, tidak seperti di Timur Tengah yang jauh dari beradab," kata Said Aqil.



Senin, 12 Desember 2016

Nada Bicaranya Bergetar, Ternyata Ini Yang Bikin Ahok Tak Tahan Sehingga Nangis Di Persidangan



Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) menangis saat membacakan nota pembelaan.

Momen itu ketika Ahok menceritakan tentang keluarga angkatnya yang muslim.

 Ahok berbicara sambil terbata-bata. Namun, tak lama Ahok tak kuasa menahan tangis hingga mengeluarkan air mata.

Seorang petugas pun memberikan tisu kepada Ahok. Ahok pun menyeka air mata di wajah beberapa kali.

"Saya sangat sedih saya dituduh menista Agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja dengan mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan sangat sayang kepada saya," kata Ahok di persidangan, di Gedung Eks-Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Selasa (13/12/2016).

Dia menceritakan, orang tua angkatnya adalah Muslim yang taat, berasal dari Bugis. Ayah angkat Ahok adalah Andi Baso Amir mantan Bupati Bone tahun 1967-1970. Ibu angkatnya adalah Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Ahok ingat saat mereka memberi uang untuk pertama masuk kuliah S2 di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

"Kecintaan ayah angkat saya kepada saya masih membekas sampai hari ini, bahkan uang pertama saya S2 dibayar oleh kakak angkat saya," kata Ahok sembari terbata-bata dan menangis di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta.

Ahok merasa seperti orang yang tak punya harga diri dan tahu diri karena tuduhan kasus tersebut. Apalagi, seakan tak menghargai agama dan kitab suci keluarga angkat.

"Saya sedih dituduh menista agama karena sama saya menuduh saya menista keluarga angkat saya," ucapnya kembali mengusap air mata.

Ahok melanjutkan, ketika ibu angkatnya meninggal, dirinya ikut mengangkat jenazah. Bahkan, hingga saat ini masih rajin berziarah. "Bahkan saya tak pakai sepatu dan sendal untuk menghargai saudara saya," katanya.

Ahok pun mengenang momen saat maju menjadi calon wakil gubernur DKI 2012 lalu. Pada hari pencoblosan, ibu angkat Ahok datang ke tempat pungutan suara padahal kondisi kritis dan baru ke lanjut ke rumah sakit.



sumber: merdeka.com & detik.com

Lihat Bagaimana Cara RRC mencaplok Tibet, Kirim bantuan pekerja, sergap serentak tiba tiba tibet menjadi negara RRC

Selasa, 06 Desember 2016

Sejak Klarifikasi, Sari Roti mengalami keterpurukan


Melalui laman resminya di http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/ Sari Rorti menutup pengumumannya dengan menyatakan, "Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman diberbagai pihak. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, serta tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik."


Banyak pihak bereaksi terkait pengumuman ini. Berita ini menjadi viral di media sosial. Bahkan para insan bisnis ikut menyampaikan pernyataan dan harapan kepada Sari Roti.

Sebagai akibatnya, Sari Roti memanen hasilnya. Kurang dari 24 jam sejak klarifikasi tersebut diketahui publik, lalu menjadi viral, inilah dua hukuman menyakitkan dan telak yang diterima Sari Roti.

Boikot

Sejumlah netizen berteriak kencang. Para pelanggan Sri Roti dari kalangan kaum Muslimin, khususnya lagi yang mengikuti Aksi Damai 212 banyak yang memutuskan untuk berhenti berlangganan dan akan mencari roti lain.

Saham Terjun Bebas

 "Walhasil, pada penutupan perdagangan saham sore harinya, saham Sari Roti terjun bebas 10 poin." rilis majalah bisnis Mix, Selasa (6/12/16)

Turunnya saham dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah pergi atau beralihnya konsumen. Dalam kasus ini, kaum Muslimin Indonesia sebagai warga mayoritas tidak bisa dianggap sebelah mata.

Adanya pembagian Sari Roti secara gratis dalam aksi 212 merupakan bukti bahwa kaum Muslimin memiliki daya beli. Ada di antara mereka yang kaya raya dan loyal dalam berbelanja. [Tarbawia/Om Pir]