Minggu, 27 November 2016

Kayak di Negerinya Sendiri Aja... 5 WNA China Cari Emas di Kalimantan secara Ilegal

Warga Tiongkok (RRT) semakin banyak yang mencari nafkah di Kalimantan Barat.

Tidak hanya bekerja di pertambangan Ketapang, mereka menjadi kuli sekaligus pemodal pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Sambas.

Untungnya, pihak berwenang tak tinggal diam.



Lima warga Tiongkok yang masuk ke Kalbar dengan cara ilegal diamankan Satpol PP dan petugas Imigrasi Kelas II Sambas, Jumat (25/11).

Mereka adalah King Long Wu, Lin Guozhong, Qing Lailin, Cin Guongzu, dan Wu Qing Chau.

Kelima pendatang haram itu dibekuk petugas di area PETI, Dusun Pengapit, Desa Madak, Subah, Sambas.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat, ada WNA bekerja di sebuah pertambangan emas ilegal. Saya dan jajaran memantau lokasi pertambangan illegal itu, Kamis (24/11),” kata, Kasatpol PP Sambas M. Razia Aprianto.

Petugas pun mengecek dokumen kelima pendatang ilegal tersebut.Hasilnya, hanya satu warga Tiongkok yang memiliki paspor.

“Saya langsung berkoordinasi dengan petugas imigrasi dan TNI, lalu mendatangi lokasi PETI itu kembali esok harinya,” jelas Razia.

Petugas Satpol PP dan imigrasi serta Intel Kodam menjemput kelima WNA Tiongkok tersebut.

Ketika petugas mendatangi base camp, kelima warga RRT itu tidak berada di tempat.

“Kami sempat mengira mereka sudah kabur,” terangnya.

Razia menghubungi salah satu warga asing ilegal itu. Ternyata mereka berada di lokasi PETI yang tak jauh dari base camp-nya.


Kelima pendatang haram itu langsung dibawa ke kantor Imigrasi Sambas.

“Setelah ini, kami akan melakukan pemeriksaan, seperti apa dan bagaimana bisa ke sini,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Sambas Uray Avian.

Sumber: konfrontasi

Senin, 21 November 2016

Pengusaha Sam Aliano Laporkan Ahok, Terkait Fitnah Ikut Demo Dibayar Rp.500 Ribu

Pengusaha Sam Aliano, merasa terusik oleh pernyataan Ahok. Karena disebut sebagai massa yang ikut dalam aksi pada 4 November 'dibayar Rp 500 ribu'.

Tak terima dihina serendah itu, ia dan puluhan massa lainnya terpaksa melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Mabes Polri.

"Ucapan dia (Ahok) itu benar-benar sangat jelas. Dia (Ahok) wawancara di media internasional (tentang demo bayaran Rp 500 ribu)," kata Sam, kepada awak media di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).

Sam menilai tudingan fitnah Ahok tersebut telah mempermalukan demokrasi di Indonesia.

"Itu memalukan demokrasi di Indonesia, memalukan kami orang Indonesia semuanya, bahwa ternyata orang yang melakukan demo (dianggap) bayaran," ucapnya kesal.

Kepada awak media Sam Aliano mengaku ikut dalam aksi unjuk rasa damai 4 November 2016 lalu. Itu sebabnya dia merasa tersinggung atas ucapan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. 

Terkait laporannya kepada polisi, Sam menyampaikan bukti berita Ahok yang dimuat pada portal berita asing ABC News yang mengatakan kalau massa unjuk rasa damai 4 November 2016 dibayar Rp500 ribu. 

Kedatangannya Bareskrim guna melaporkan Basuki T Purnama (Ahok) yang diduga telah menyebarkan fitnah.

Selain bersama puluhan massa yang ikut melapor, Sam ditemani kuasa hukumnya, Egi Sudjana. Sam mengaku membawa dua buah video dengan dua bahasa saat Ahok diwawancara dengan media asing itu.

"Kami datang melaporkan Ahok ke Mabes Polri. Bukti Video ada dua, ada video dengan Bahasa Indonesia, ada satu lagi Bahasa Inggris," katanya. (R-07/Hadi) sumber


https://www.youtube.com/watch?v=GPQ5xMoIr4o

Minggu, 20 November 2016

Penista Agama Bicara, Permadi: Pak Polisi, Apa Bedanya Saya Sama Ahok Dimata Hukum?

Tokoh paranormal Permadi menuntut keadilan dan persamaan hak dimata hukum terkait kasus penistaan agama yang dilakukannya. 

"Dulu, saya baru diduga saja sudah langsung ditangkap. Nah, ini Ahok sudah status tersangka masih berkeliaran. Pak Polisi, apa bedanya saya sama Ahok dimata hukum?," begitu kata Permadi saat menghadiri Konsolidasi Tokoh Nasionalis di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Minggu (20/11).

Sebagai putra bangsa yang taat hukum, Permadi meminta agar kepolisian berlaku adil dalam menindak para pelaku penista agama. Harapan itu ia sampaikan karena  Polri hingga saat ini belum menahan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

"Saya menuntut perlakuan yang sama. Kami menuntut keadilan kepada Kapolri supaya Ahok ditahan," katanya.

Permadi pernah dituduh melakukan penistaan agama terhadap agama Islam dan langsung ditangkap sebelum dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian.

Hal serupa juga terjadi pada seniman Arswendo Atmowiloto yang pernah dituduh menghina agama Islam, langsung ditangkap dan ditahan sebelum diperiksa. Termasuk pemimpin agama yang menyimpang dan dituduh menistakan agama Islam, Lia Aminudin atau yang dikenal Lia Eden.

"Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” imbuhnya. (R)
sumber berita





Rabu, 16 November 2016

Diwawancarai Media Asing, Ahok Tuduh Peserta Aksi 411 Dibayar Rp 500 Ribu Per Orang

JAKARTA (voa-islam.com)--Komunitas Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), mendesak Polri untuk menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Pasalnya, Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama (blasphemy) pada Rabu (16/11/2016), terus memproduksi kekerasan verbal yang meresahkan masyarakat.
Alumni IPB menyebutkan, pada hari Ahok ditetapkan sebagai tersangka, Ahok justru menebar fitnah yang menyakitkan. Ahok, menuduh demo 4 November 2016 (Aksi Bela Islam 411) merupakan gerakan bermotif politik.
Gubernur DKI Jakarta non-aktif ini juga menuding para peserta Aksi Bela Islam 411 menerima bayaran Rp 500 ribu per orang.
Hal itu dikemukakan Ahok dalam wawancara eksklusif dengan ABC (Australian Broadcasting Corporation) News, Rabu (16/11) pagi. Laman ABC (http://abc.net.au/news/2016-11-16/) melansir: In an exclusive interview with the ABC's 7.30, Ahok accused his critics of corruption and said the mass protest of hardline Muslims on November 4 was politically motivated, with protestors receiving 500,000 Rupiah to attend.
Ahok diberitakan tidak menyebut siapa yang membayar para demonstran. Namun, katanya, dia yakin Presiden Jokowi tahu berdasarkan sumber intelijen.

"I don't know, we don't know, but I believe the President knows from the intelligence, I believe they know," kata Ahok kepada ABC News.
Farhat Umar, koordinator Keluarga Alumni Lembaga Dakwah Kampus (KA-LDK), menyatakan bahwa ucapan Ahok tersebut merupakan fitnah besar terhadap Aksi Bela islam 411.
Dekan Fakultas Teknik di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta, itu menegaskan, demo 411 murni merupakan ekspresi keimanan.
"Kami turun bersama jutaan demonstran karena tidak rela agama kami dinista oleh Ahok," tandas Farhat yang alumnus Fakultas Teknologi Pertanian IPB.
Ia mengungkapkan, para pendemo membiayai sendiri aksinya. "Kami ini ada yang berprofesi sebagai akademisi, pengusaha, pekerja profesional, yang mandiri dan tidak punya kepentingan politik dalam demo 411," beber Farhat.
KA-LDK menghimpun alumni aktivis LDK dari sejumlah perguruan tinggi seperti IPB, Universitas Airlangga, Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Nasional Sebelas Maret, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Tadulako, dan sebagainya.
Selanjutnya KA-LDK meminta kepolisian untuk menahan Ahok. Sebab, kata Farhat, tersangka terbukti tidak bisa menghentikan kebiasaan memproduksi ujaran yang meresahkan publik dan berpotensi mengancam integrasi kebhinekaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). * [Nurbowo/Syaf/voa-islam.com]


video pernyataan ahok





Senin, 14 November 2016

2 Saksi yang akan Membela Ahok Dipanggil; Dipanggil Al-Azhar dan Dipanggil Allah


Islamedia - Dua saksi ahli yang akan memberikan pembela kepada Basuki Tjahaja Purnama batal hadir pada gelar perkara hari selasa(15/11/2016), keduanya adalah Syaikh Amr Wardani yang tiba-tiba dipanggil untuk kembali pulang ke Mesir dan satunya Prof Sarlito Wirawan Sarwono dipanggil oleh Allah SWT atau meninggal dunia.

Syeikh Amr Wardani yang sebelumnya dikabarkan akan menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (15/11/2016). Namun, tiba-tiba mendadak kembali ke Mesir dan meninggalkan Indonesia, Senin (14/11/2016).

cara bersihkan ac sendiri Hemat 250.000

Petinggi Lembaga Fatwa Darul Ifta Mesir itu diduga pulang lantaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) melayangkan protes kepada Dubes Mesir untuk Indonesia dan Syeikh Al Azhar terkait rencana Syeikh Mushthofa menjadi saksi meringankan Ahok.

Sementara Guru Besar Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof DR Sarlito Wirawan  batal mejadi Saksi Ahli pada kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikarenakan meninggal dunia.

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri beberapa hari yang lalu telah mengumumkan bahwa Sarlito diminta untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok yang akan dilaksanakan pada selasa(15/11/2016).

Tiba-tiba kondisi kesehatan Sarlito menurun, ia langsung dilarikan ke rumah sakit. Guru Besar Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono meninggal dunia di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin tanggal 14 November 2016 sekitar pukul 22.18 WIB. [islamedia.id]


Minggu, 13 November 2016

pos-metro.com - Di bawah ini adalah Yusuf Ishak, muslim melayu, Presiden pertama Singapura (1965-1970), kepala negara yang hingga kini semua gambar uang Singapura adalah gambar dirinya: 
Singapura, tanah melayu yang kini rakyat melayu tinggal di pinggiran dan banyak yang hanya bisa ngontrak, setelah orangtua mereka wafat, tidak mampu beli rumah. Karena persaingan bisnis yang ketat:
Lee Kuan Yee, melakukan segala upaya untuk mendapatkan jabatan. Mendekati komunitas pribumi (muslim melayu), melakukan banyak hal yang menguntungkan mereka, memakai Peci, sehinggalah kaum muslimin Singapura terpikat dan menjadikannya pemimpin.

Hubungan Lee Kuan Yee sangat dekat dengan para tokoh agama dan adat melayu. Seolah-olah mereka adalah bagian dari dia, dan dia bagian dari mereka:
 Lee Kuan Yee dicintai oleh rakyat muslim. Mereka menaruh kepercayaan seutuhnya, bangga dengan sosoknya yang tegas dan merakyat.
 Raut wajah kebapakan yang meluluhkan hati:

 Senyumnya yang nampak tulus kepada anak-anak muslim, sering memberi santunan:
 Sederhana dan merakyat, jangan ajari dia cara pencitraan:
 Setelah berhasil menjadi penguasa seumur hidup di Singapura, menjelang akhir hayatnya dia mulai blak-blakan, anti Islam. Dia mengatakan semua agama dan suku bisa menyatu dan diterima di Singapura, kecuali Islam:
 Belakangan ia menguak bahwa dirinya selain anti Islam, anti pula ras melayu, yang notabenenya adalah pribumi Singapura:
 Dengan bangganya mengintervensi dan melanggar hak privasi warga negara, jika tidak melakukan itu maka Singapura tidak akan seperti sekarang, kata Lee:
 Di sisa umurnya, Lee menegaskan tidak seorang pun bisa menyakitinya lebih besar sebagaimana Lee bisa menyakiti mereka. Lebih dari itu, Lee Kuan Yee nyatakan tidak mungkin non-cina memerintah Cina, yang ada Cina lah yang memerintah non-cina:
Divide et Impera (dipecah belah untuk dihancurkan).

Kemudian dari puing-puing nusantara akan dibangun negara baru, 1/4 jumlah populasi RRC saja sudah menjadikan warga Indonesia minoritas di negeri sendiri.

Populasi RRC: 1,3 miliar, Indonesia: 250 juta.

Masa depan bangsa Indonesia bisa jadi ada di tangan anda, apakah mau membagikan fakta ini atau tidak. Jangan remehkan sumbangsih anda untuk anak-cucu yang nantinya bisa bernasib sama seperti muslim melayu, pribumi Singapura yang berhasil dikelabui, untuk dikuasai. [harian.us]



Darurat! Masuk dari Belawan, Imigran China Sudah Kuasai 97% Pesisir

Indonesia harus bercermin dari Tibet. Sejak 700 tahun lalu, China sangat berbaik hati sama Tibet. Dengan gaya yang terkesan santun, China membantu Tibet dalam membangun infrastruktur.

Proyek dikerjakan militer China, yang dikirim ke Tibet sebagai pekerja pada proyek-proyek investasi pembangunan kereta api, jalan dan lain-lain.

“Namun, pada saat yang sudah ditentukan para pekerja itu mengeluarkan senjata mereka menodong polisi dan tentara, sampai akhirnya peradaban di Tibet hancur.”
“Negaranya hancur sampai sekarang, dan mereka dalam kekuasaan China,” kata pengamat kebijakan publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 18/7).
Dengan pola yang sama, Amir Hamzah melihat hal ini juga sedang dijalankan China di Indonesia kini. Selain berinvestasi di Indonesia, investor China juga telah menyelundupkan para militer China ke Indonesia dengan dalih tenaga kerja proyek.

Dan kini, daerah pesisir Indonesia, dari Pelabuhan Belawan Bagian Timur Sumatera kemudian masuk ke Banten, sampai akhirnya sampai ke Surabaya, sekitar 97 persen telah dikuasai oleh China.

“Dan tidak mustahil apartemen-apartemen tempat-tempat tertentu di pesisir pantai itu mereka gunakan sebagai tempat persembunyian mereka untuk mengintai perairan Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian, katanya, di Sulawesi Tengah ada Pabrik Nikel yang cukup besar, yang bahkan dari 6.700 pegawai 5.000 di antaranya merupakan pegawai dari China. Belum lagi di Banten dan di Katapang.

“Nah, coba bayangkan itu, jika sebagian besar di antara mereka adalah Militer China yang sekarang banyak menyamar menjadi tenaga kerja di Indonesia dan tiba saatnya nanti mereka akan mengeluarkan senjata dan menodong tentara Indonesia.”

“Yang akhirnya militer kita akan hancur, polisi juga hancur, dan negara kita juga akan hancur,” tegas Amir mengingatkan. (sumberBerita)



Kamis, 10 November 2016

Terungkap, Petani Tiongkok di Bogor Tanam Bibit Cabai Ilegal

JawaPos.com – Imigran asal Tiongkok diketahui bertani di kawasan Bogor. Empat WN Tiongkok itu tidak bisa menunjukan surat-surat resmi dan izin tinggal di Indonesia. Akibatnya, mereka terancam dipenjara.
Mereka adalah Yu Wai Man (37), Xue Qingjiang (51), Gu Zhaojun (52), dan Gao Huaqiang (53). Para WN Tiongkok itu diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 Tentang Keimigrasian dengan ancaman lima tahun penjara.
Kepala Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Klas II Bogor, Arief H. Santoso mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, awalnya mereka berjumlah lima orang. Mereka melakukan rutinitas di Kampung Gunung Leutik, Sukadamai.
"Salah satunya sudah pulang sejak beberapa bulan lalu,” ujar Arief kepada Radar Bogor, kemarin (10/11).

Saat ini, pemeriksaan saksi-saksi masih terus dilakukan. Rencananya, Senin (14/11), Kepala Desa Sukadamai, Jaon Latifah, beserta suaminya Maman Suherman selaku LPM Desa, ikut diperiksa. Sambil menunggu dua di antara WNA tersebut yang berjanji akan menunjukkan identitas.
“Dari pada kita menunggu, lebih baik kita periksa saksi dulu,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata dia, selain ancaman hukuman lima tahun penjara, keempatnya juga terancam dideportasi. Dari pemeriksaan sementara, pihaknya berkesimpulan bahwa para WNA itu datang menggunakan perantara warga Tiongkok yang sudah tinggal lebih dulu di Indonesia.
“Jadi, Yu Wai Man atau Aling atau Aming adalah mandornya. Dia juga mengerti soal pertanian sekaligus yang mengajarkan bercocok tani kepada warga,” jelas Arief.
Selain Yu Wai, ada juga Gao Huaqiang yang bekerja sebagai pengawas. Sementara Xue Qingjiang berperan untuk mengatur penjualan takaran dan pupuk penanaman. Dalam menggarap lahan ini, mereka juga mendatangkan ahli teknik pertanian, yakni Gu Zhaojun, untuk menggarap lahan di daerah yang notabene sarat akan pakar pertanian ini. “Zhao teknik pertanian yang memasang pasokan air dan lainnya,” terang Arief.
Terpisah, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor mengaku kecolongan dengan adanya lahan pertanian di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, yang digarap petani Tiongkok.
“Ini pertama kalinya terjadi di Kabupaten Bogor. Dan ini menjadi pembelajaran bagi kami,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Nurianty.
Dia pun menyayangkan sikap kepada kepala desa yang tidak melaporkan keberadan imigran di wilayahnya. Terkait bibit yang digunakan petani Tiongkok, menurut dia, itu merupakan bibit ilegal. “Desa dan kecamatan harusnya segera melaporkan dengan keberadaan orang asing di tempat mereka,” tukasnya.
Seperti diberitakan Radar Bogor sebelumnya, Selasa (8/10), tim Imigrasi yang dipimpin Arif menggerebek sebuah lahan pertanian di Kampung Gunung Leutik, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur. Di sana, tim menangkap empat WNA asal Tiongkok yang bekerja sebagai petani cabai.
Dari penggeledahan di lokasi, tim menyita delapan unit handphone, alat pertanian, radio komunikasi, dua buku tabungan berisi Rp20 juta dan Rp15 juta. Saat kembali ditemui di Kantor Imigrasi Bogor, keempat WNA itu tetap menghindari wartawan.
“Tidak, tidak, sana. Tidak mau,” ujar Aming, imigran yang bisa berbahasa Indonesia
sumber : jawapos

Budi Waseso: Narkoba masuk Indonesia sudah ukuran ton, terbanyak dari China

POSMETRO INFO - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan, saat ini jumlah narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) yang sudah masuk ke Indonesia jumlahnya dalam ukuran ton.

“Barang narkoba yang masuk jumlahnya sudah dalam ukuran ton. Dari hasil penelusuran yang jelas informasi didapatkan dari data intelijen yang kita terima,” kata Budi di Jakarta, Jumat (27/5/2016), seperti dikutip Antara.

BNN saat ini berupaya mengungkapkan keberadaan narkoba yang dalam jumlah banyak tersebut. Adapun jenis narkoba yang masuk tersebut jumlahnya macam-macam termasuk jenis baru.

“Narkoba yang masuk dalam jumlah besar tersebut terbanyak adalah jenis sabu dan ekstasi, semua produk dari luar negeri termasuk sabu cair yang terbanyak dari China,” kata pria yang akrab disapa Buwas itu.

BNN sudah melakukan kerja sama dengan interpol diantaranya China, Taiwan, Rusia dan Pakistan. Kebanyakan informasinya barang tersebut akan dikirim ke Indonesia.
“Kalau di China barang prekursor adalah ‘home industry’ tidak dilarang dalam undang-undang negara tersebut. Dapat dijual kepada siapa saja dan ketika mulai menjual pembelinya orang Indonesia dan itu diinformasikan,” kata Buwas.

BNN selama tahun 2016 sudah enam kali melakukan pemusnahan barang bukti narkoba yang paling banyak adalah jenis sabu dan ekstasi.

BNN memusnahkan barang bukti keenam adalah jenis sabu kristal sebanyak 54 kilogram, 290 mili liter sabu cair, 191.984 butir pil ekstasi dan 30 mili liter aceton di Unit Insenerator Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto di Jakarta. [kompas]

Rabu, 09 November 2016

Pengacara Senior Nyatakan, Mestinya Bukan Kata 'Pakai' Tapi Fokus di kata 'DIBOHONGIN' Itulah Penistaan Alquran Yang Dilakukan Ahok


Pengacara senior Mahendradatta mengatakan, seharusnya fokus kasus penanganan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terdapat pada penggunaan kata “dibohongin” bukan “pakai”.

“Fokus pembelaan Ahok ada pada kata "pakai" dengan tidak. Padahal yang jadi unsur menghinanya ada pada kata "dibohongin" tapi itu mulai ditutup-tutupi #Dibohongin,” kata Mahendra, melalui
akun twitternya, Minggu (6/11/2016).

“Lagi isu Buni Yani sebagai kambing hitam karena hilangkan kata “pakai”. Padahal yang jadi soal kata “dibohongin”,video panjang pendek kata itu ada #Dibohongin,” ucapnya.

Mahendra pun memberikan analogi sederhana terkait ucapan Ahok soal dibohongin.

“Saya sebagai pribadi akan marah bila sedang presentasi kemudian kutip Pasal KUHP lalu ada yang bilang: Jangan mau #Dibohongin Pasal itu. Bohongnya dimana?,” katanya.

“Bagamana rasanya kalau Presiden sedang pidato terus ada yang nyeletuk jangan mau #Dibohongin Saya yakin orang tersebut minimal diusir keluar,” ujarnya.

Masih menurut Mahendra, kesalahan fatal lainnya adalah penggunaan kata “dibodohi” yang dipakai oleh Ahok dalam dugaan penistaan agama di Kepulauan Seribu.

“Selain #Dibohongin yg menunjuk pd Srt AlMaidah51 kemudian dipertegas lagi dengan kata Dibodohi juga masuk Neraka itu sudah masuk konteks Agama,” katanya.

Sumber: teropongsenyan





Selasa, 08 November 2016

Polisi galau beberapa kali coba lakukan percobaan bunuh diri



Memiliki alasan untuk sedih

Cintaku kali ini
Tidak bisa selamanya

Orang yang terlewati
Apakah bisa kembali

Hati yang pernah cinta
Tidak ada permohonan apapun

Beberapa cerita
Memiliki alasan untuk sedih

Cintaku kali ini
Tidak bisa selamanya

Jalan yang pernah di lewati
Tidak bisa di hentikan juga

Seribu alasan untuk bersedih

Terakhir cinta ku
Pelan pelan menjadi tua di dalam cerita

Seribu alasan untuk bersedih

Terakhir di dalam cerita orang lain
Saya di lupakan

nih videonya, nonton aja langsung.. hehe

(Video) Aa Gym : Umat Muslim Cuma Minta Keadilan, Bukan Negara Ini

KH Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa Aa Gym memberikan pendapatnya mengenaik Aksi Damai 4 November lalu. Selain memberikan pandangan yang baik, pimpinan Darut Tauhid itu menyatakan bahwa umat Islam hanya meminta hal yang semua orang inginkan, yaitu keadilan.


“Yang mereka minta juga bukan negara, tapi mereka minta adil. Keadilan ditegakkan,” kata KH Abdullah Gymnastiar dalam diskusi di TVOne, Selasa malam (8/11).
Ditegaskan Aa Gym, aksi damai bela Islam itu murni persoalan hati bukan persoalan materi. Hal itu dia buktikan saat dirinya ikut dalam aksi damai tersebut.
Dimana dalam aksi itu, Aa Gym mengambil bagian sebagai petugas yang bersih-bersih sampah para peserta demo.
“Orang yang tidak bisa rasakan, tidak akan mengerti,” kata Aa Gym.
“Saya bangga lihat umat sebayak ini. Saya bangga jadi umat Islam.”
Dirinya berharap umat Islam yang ikut bagian dalam 411 tidak dianggap musuh. Mereka, kata Aa Gym, mengambil bagian lantaran merasa hatinya disakiti karena agamanya dinista.
“Kita cuma mau lihat keadilan (ditegakan) terhadap Mas Ahok,” kata Aa Gym.
Namun begitu, Aa Gym berharap di masa mendatang tidak terulang dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh pejabat negara.
“Ini menjadi pelajaran supaya tidak terulang karena sangat membahayakan,” imbuhnya.

Jumat, 04 November 2016

Jelang Demo, Jokowi Tinggalkan Istana ke Bandara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meninjau proyek kereta di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Peninjauan tersebut dilakukan jelang demo akbar yang akan diikuti oleh ribuan massa dari berbagai ormas. 

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo menyebut, Jokowi ingin melihat perkembangan proyek kereta yang telah dimulai sejak November 2014 tersebut. "Presiden melakukan kunjungan ke Bandara Soekarno-Hatta untuk meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi, terutama progress pembangunan kereta bandara," kata Johan pada wartawan, Jumat (4/11). 

Menurut dia, sebelum keluar Istana untuk blusukan, Jokowi tetap menjalani tugasnya seperti biasa. Ia menerima sejumlah menteri, antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, untuk menerima laporan berkaitan dengan tugas mereka.

Seperti diketahui, ribuan massa yang berasal dari sejumlah ormas akan melakukan aksi demonstrasi menuntut penegakan hukum atas dugaan kasus penisataan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada hari ini, Jumat (4/11). Aksi protes akan dimulai selepas shalat Jumat. 

Massa akan bergerak dari Masjid Istiqlal menuju Istana Merdeka. Kemudian, demonstran akan berjalan kaki menuju Balai Kota DKI Jakarta.