Sabtu, 30 Desember 2017

Land Rover Discovery Sport Menarik Kereta Api 100 Ton



Kejadian impresif telah ditunjukan melalui video oleh pabrikan Land Rover, yaitu produk mobilnya Land Rover Discovery Sport bisa menarik kereta api yang memiliki bobot 100 ton wew atau setara pesawat Boeing 757.
Seperti dilansir motor1, pabrikan asal Inggris tersebut mendemonstrasikannya di rel kerta di negara Swiss, yang mana menarik kereta dengan bobotnya sekitar 60 kali lipat dari Land Rover Discovery Sport itu sendiri.
Dijelaskan jika tidak ada modifikasi pada Land Rover Discovery Sport tersebut selain menyematkan roda kereta oleh Aquarius Railroad Technologies. Mobil SUV ini dibekali mesin 2.0L Ingenium ber-output 180 HP dan 430 Nm bertransmisi 9-speed automatic, dengan fitur Terrain Response, Tow Assist, Tow Hitch Assist, dan All Terrain Progress Control.
Sebenarnya kejadian impresif seperti ini juga pernah dilakukan Volkswagen Touareg V10 TDI pada tahun 2006 lalu, yang menarik pesawat Boeing 747.

Selasa, 12 Desember 2017

Aksi Balas Dendam di Bondowoso Road Race 2017, dari Aksi Senggol hingga Lempar Karung, Ini Videonya

Aksi Balas Dendam di Bondowoso Road Race 2017, dari Aksi Senggol hingga Lempar Karung, Ini Videonya Berikut video lengkapnya yang diunggah oleh akun Dalam video tersebut, terlihat pada menit 0:11, seorang pebalap dengan jaket warna hijau sengaja menyenggol pebalap lainnya hingga terguling menit.


Perbuatan tidak terpuji pebalap tersebut menuai teriakan dari penonton yang berada di pinggir arena balap.
Kemudian, pada menit 1:12, pebalap yang tadi disenggol hingga terjatuh tampak berjalan ketengah batas lintasan dan menunggu pebalap yang tadi menyenggolnya.
Setelah pebalap yang tadi menyenggolnya muncul, ia dengan sigap melempar karung pasir yang menjadi pembatas lintasan.
Hal tersebut membuat pebalap itu langsung jatuh dari motor yang dikendarainya.
Perbuatan pebalap ini mendapat sorakan dan tepuk tangan dari penonton.

Sabtu, 09 Desember 2017

Ustaz Abdul Somad Blak-blakan Bicara Soal Ini Usai Didemo Ormas di Bali

Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad akhirnya dapat melakukan safari dakwah di Bali dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (8/12/2017).
Dalam video yang dibagikan akun Facebook Kitab Kuning Aswaja nampak kerumunan warga muslim Bali telah menunggunya di Masjid An Nur Sanglah, Denpasar, Bali.
Mereka sambil bersalawat sebagi bentuk dukungan dari luar masjid.  
Tokoh agama yang berasal dari Pekanbaru itu sempat didemo dan ditolak kehadirannya di Bali oleh sekitar seratus orang dari Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan ormas Nahdlatul Ulama (NU) setempat.
Dalam pertemuan yang dimediasi aparat, perwakilan ormas Bali sudah meminta agar Ustaz Somad disumpah di bawah Alquran untuk setia pada Pancasila, NKRI, mencium bendera Merah Putih dan tidak menyebut kata-kata kafir dalam ceramahnya.
Namun permintaan itu ditolak Ustad Somad.
Massa mendesak agar Abdul Somad diusir dari Bali. Ia dituding massa tidak cinta NKRI.
Namun setelah Ustaz jebolan S1 Universitas Al Azhar Mesir itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, massa akhirnya melunak dan mempersilakan Ustaz Somad berdakwah.
Dikutip dari viva.co.id, saat dijumpai di Hotel Aston Denpasar, Ustaz Somad terlihat tetap tenang. Ia menegaskan tak mempersoalkan mendapat perlakuan demikian oleh orang-orang yang disebutnya saudara.
"Kita semua saudara senegara, NKRI," kata Somad.
Ia menuturkan, meski tak seiman dengan massa demonstran, tapi Ustaz Somad tetap merasa seperti saudara dengan siapa pun.
"Mungkin kamu bukan saudaraku seakidah, tapi pasti saudaraku satu negara," kata Ustaz Somad. 
Pantauan Tribun, ustadz yang dikenal sering melucu tersebut membawakan ceramah seperti ciri khasnya sehari-sehari meski baru saja mengalami tekanan. 
Salah satu materi yang dibawakan adalah tentang berbuat baik kepada semua mahluk tuhan. 
Termasuk pada hewan yang dianggap membawa najis yakni anjing. 
Kutipan ceramahnya antara lain: 
Jangan berbuat zalim, jangan  aniaya dan jangan ngomong kasar kepada siapapun. 
Rasul bercerita bahwa dulunya ada seekor anjing menjulur lidah karena kehausan.
Ceritanya, seorang wanita mengambil air dari sumur. 
Karena tak ada wadah, si wanita mengambil sepatunya sebagai wadah minum anjing. 
Ternyata, ada pahala di dalamnya. 
Padahal  diketahui Anjing merupakan bintang yang haram.
Pesannya, teruslah berbuat kebaikan tanpa pandang bulu.
Tonton video  berikut: 

Jumat, 08 Desember 2017

Pengumuman Terkait Kenaikan Harga Bitcoin dan Digital Asset Lainnya


Menanggapi kenaikan harga Bitcoin dan Digital Asset lainnya yang sangat pesat di beberapa hari terakhir, PT Bit Coin Indonesia hendak menegaskan beberapa hal dan mengingatkan seluruh keluarga besar Bitcoin.co.id untuk memahami bahwa:
Harga Bitcoin dan Digital Asset lainnya diatur oleh pembeli dan penjual yang bertransaksi di berbagai marketplace digital asset di dunia. Setiap marketplace Digital Asset pasti memiliki harga Bitcoin/Digital Asset mereka sendiri yang cenderung berbeda dengan harga Bitcoin/Digital Asset di marketplace lain. Hal ini terjadi karena harganya ditentukan oleh pembeli dan penjual yang tergabung dalam marketplace tersebut.
Sama halnya seperti di Bitcoin.co.id, harga Bitcoin/Digital Asset di VIP murni ditentukan oleh permintaan dan penawaran (supply and demand), dalam arti harga diatur oleh para penjual dan pembeli yang tergabung dalam marketplace Bitcoin.co.id. Ketika ada banyak orang di marketplace Bitcoin.co.id yang membeli Bitcoin/Digital Asset di saat bersamaan, melebihi tingkat penawaran dari para penjual, maka harga Bitcoin/Digital Asset tersebut akan naik. Sebaliknya, bila ada banyak orang yang menjual Bitcoin/Digital Asset, melebihi tingkat permintaan yang ada, maka harga Bitcoin/Digital Asset akan turun. Semakin banyak yang membeli, semakin tinggi harganya, dan semakin banyak yang jual, semakin rendah harganya. Perusahaan kami tidak memanipulasi harga Bitcoin/Digital Asset dalam bentuk apapun dan tidak bertanggungjawab dalam pergerakan harga Bitcoin/Digital Asset.
Perdagangan Bitcoin dan Digital Asset lainnya merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin/Digital Asset sangat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Berhubung harga Bitcoin sudah terlalu tinggi (overpriced), dimana harganya sudah meningkat 2191% hari ini dibandingkan dengan harga di awal Januari 2017, ada potensi Bitcoin dapat mengalami koreksi harga sewaktu-waktu dan tidak ada yang bisa menjamin harga bitcoin akan bergerak kemana di masa depan. Hal yang sama bisa berlaku pada semua Digital Asset.
Segala risiko yang muncul akibat naik-turunnya harga Bitcoin/Digital Asset, bila terjadi, berada diluar tanggung jawab Bitcoin.co.id. Kami tidak pernah memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin/Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin/Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna. Mohon gunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin/Digital Asset.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
Salam profit,
Bitcoin.co.id.

Selasa, 05 Desember 2017

Geger! Ustadz Abdul Somad Malah Bilang Begini Saat Ditanya Tentang Fenomena Rina Nose

Dalam video ini abdul somad membacakan sejumlah pertanyaan jamaah pengajiannya seperti biasa.
kemudoian salah satu jamaahnya menanyakan soal Rina Nose lepas jilbab.
“Tentang fenomena Rina Nose yang buka jilbab, alasannya tak ada yang berubah sama saya, sama saja. Bagaimana itu pak ustadz?” demikian bunyi pertanyaan yang dibacakan Abdul Somad.
“Rina Nose itu siapa?,’ tanya Abdul Somad heran.
Setelah diberitahu jika Rina Nose adalah seorang artis, ustad asal Riau ini pun sedikit bergurau.
“Itu yang hidungnya pesek? Saya kalu artis-artis jelek kurang minat membahasnya, apa kelebihan dia?” katanya yang disambut tawa jamaahnya.
“Dia tidak merubah isi hatinya. Yang dia ubah cuma tampilan fisiknya. Yang berubah Casing-nya saja,’ katanya.
Ustadz Abdul Somad melanjutkan, “Islam itu ketundukan dan kepatuhan, hijrah ini harus total. Makanya kalau hijrah perbuatan dan ucapanmu juga hijrah,” ucapnya
Rupanya tanggapan Ustadz Abdul Somad yang menyebut Rina Nose jelek mendapat respon beragam dari netizen.
Lovely Heart: Hahahah.betul ustadz,jelek gak ada yg istimewa,buka jilbab cantik juga gak,dipikir kali Allah rugi dia tak pake jilbab,org arab cantik2,gak perna merasa bosan menutup kepalanya karna rambut adalah auratnya,malah kami malu deh jika rambut dan wajah cantik ini di tatap org selain suami.
Amelia Modiste: Iya bener ustadz...muka rina nose biasa aja. Klo bkn org kaya dan ga bs beli make up mlh cenderung jelek. Tp Allah memberi nikmat melebihkan rezekinya. Mengangkat derajatnya. Tp apa yg dia lihat apa yg dia perbuat kpd Allah sbg balasannya...SUNGGUH KUFUR NIKMAT. Blm sj dia merasakan ktika semua nikmat itu Allah ambil...yg plg sy ga terima itu alasan yg dia gembar gemborkn mbnding2kan akhlak muslim dg akhlak yg tdk pnya agama.
Dia blg org jepang juga punya khidupan yg baik mskpn mrk tdk beragama. Berarti yg beragama pnya khidupan dibwh yg tdk beragama. Klo anda tdk mampu utk berjilbab ya blg sj jujur anda blm mampu istiqomah doakan smg dpt hidayah. Sudah. Jgn bawa2 agama...banding2kn agama...anda itu tdk hanya buruk rupa tp buruk hati juga...Naudzubillah.
Abu Najwa: Hehehe . Same ane juga tidak minat sama Rina pesek hahahaha. Sudah jelek blagu lagi.
hendru hasahan: jawaban ustad tentang rina nose sangat bagus..saya sepaham karna hatilah yg harus lebih dulu hijrah jgn cuman penampilan saja.
Wenny Meidiana: pa ustad, becandanya jgn sambi menghina fisik orang dong ( 0:50 ), sama aja menghina penciptanya yaitu Allah SWT...
Hasim Sugali: halus dikit la pak ustad kan kasian rinanya klo nonton, saya lebih suka klo pak ustad lebih kasar lagi komennya pada orang muna*k kaya si rina itu



Senin, 30 Oktober 2017

800 Kios Hangus dalam Kebakaran Pasar Atas Bukittinggi

Sebanyak 800 kios pedagang di pusat pertokoan Pasar Atas Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, hangus dalam kebakaran yang terjadi pada Senin pagi tadi. Wali Kota Bukittingi, M Ramlan Nurmatias, mengatakan bahwa 800 kios itu terdiri dari kios pakaian, sepatu dan konveksi.
Ia menyampaikan data ini berdasarkan penghitungan petugas di lapangan, dan juga jumlah kios yang ada di gedung yang terbakar. Para pedagang diharapkan bersabar karena pemerintah setempat segera menyediakan lokasi penampungan untuk tempat berdagang sementara.
"Nanti siang kami rapat dulu dengan semua perangkat daerah untuk mencari solusi," ucap Wali Kota Bukittinggi, Senin (30/10/2017), dilansir Antara.

Ramlan menjelaskan, pusat pertokoan Pasar Atas yang terbakar itu sedang dalam masa perbaikan pada bagian depan. Akibat kebakaran tersebut, perbaikan tidak akan dilanjutkan karena melihat kondisi secara keseluruhan, gedung pertokoan memang tidak bisa digunakan lagi.
"Pasar ini kan bangunan lama. Pernah terjadi beberapa kali kebakaran pula sebelumnya, lalu sempat terdampak gempa bumi. Memang perbaikan menyeluruh diperlukan," ujarnya.

Saat ini, pihak berwenang belum dapat memberikan keterangan menyangkut kerugian dan penyebab kebakaran dari peristiwa yang terjadi di pertokoan yang umumnya menjual produk kerajinan bordir kerancang tersebut.
Hingga siang ini, petugas sedang melakukan pendinginan di lokasi dan kondisi di pelataran objek wisata Jam Gadang ramai oleh masyarakat dan tumpukan barang-barang dagangan yang berhasil diselamatkan oleh pedagang.
Sementara dalam upaya pemadaman kebakaran, sebanyak 20 mobil pemadam kebakaran dari sembilan kota dan kabupaten di Sumbar turut membantu pemadaman didukung 100 lebih personel.

Rabu, 12 Juli 2017

Pengakuan Pembacok Pakar IT ITB Hermansyah


Dua pelaku pembacokan terhadap Hermansyah, pakar telematika ITB mengaku sangat menyesali perbuatannya. Mereka berdalih, tega menganiaya korban karena terpancing emosi.
     
Hal itu diungkapkan Edwin Hitipieuw (37 tahun) salah satu pelaku sadis tersebut. Pria bertubuh gempal yang sehari-hari berprofesi sebagai debt collector itu mengaku kesal lantaran korban menyerempet mobil kakaknya.
     
"Dia terus marah-marah, saya tusuk dia pakai pisau," katanya saat ditemui di Mapolresta Depok, Rabu dini hari, 12 Juli 2017.
     
Edwin mengaku, ia tidak memiliki rencana untuk menganiaya korban. Sebab saat kejadian, Edwin dan sejumlah pelaku lainnya mengaku baru pulang dari pesta. "Pisau itu saya nemu waktu di pesta. Ya saya nyesel pak," kata pria bertato tersebut dengan muka memelas.
        
Dan dari hasil pemeriksaan diketahui, para pelaku dalam keadaan mabuk minuman keras saat menganiaya korbannya. Untuk diketahui, selain Edwin, dinihari tadi sekitar pukul 01.00 WIB, polisi juga berhasil meringkus rekannya, Lauren Paliyama (31 tahun).
Keduanya diringkus saat tengah melintas menggunakan mobil minibus hitam di kawasan Jalan Raya Sawangan. Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Herry Heryawan bersama Tim Jaguar.
       
Saat ini, polisi masih memburu pelaku lainnya yang juga terlibat atas kasus pengeroyokan tersebut. Untuk diketahui, Hermansyah dibacok di kawasan Tol Jagorawi KM 6, Minggu dini hari 9 Juli 2017.
     
Ironisnya, aksi brutal para pelaku berlangsung di depan istri korban. Akibat perbuatannya, para pelaku pun terancam dengan pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama-sama (pengeroyokan).

Selasa, 11 April 2017

Ustad kondang Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dalam akun Twitter miliknya menyatakan protes keras terhadap video kampanye kubu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Video yang menampilkan adegan kerusuhan itu dinilai Aa Gym sangat menyudutkan umat Islam.


"Pak Ahok, saya protes keras video kampanye yang sangat menyudutkan umat Islam, ini fitnah yang sangat kotor dan keji," kicau Aa Gym dalam akunnya, seperti dibaca CNNIndonesia.com pada Senin (10/4).

Aa Gym juga menyebut video kampanye dari kubu Ahok bermuatan fitnah. Namun, dia meminta semua umat Islam yang terluka untuk menahan diri.

"Kepada semua umat Islam yang terluka dengan kampanye kotor ini, diserukan tetap tenang dan jangan terprovokasi, jaga akhlak perkuat ibadah". 
Video kampanye Ahok sebenarnya mengusung tema kampanye soal keberagaman. Tema tersebut disisipkan di pengujung video lewat tagar #BeragamItuAhokDjarot.

Tetapi video itu memicu pro dan kontra karena ikut menampilkan adegan kerusuhan rasial tahun 1998 dan sejumlah adegan yang menayangkan sekelompok orang mengenakan pakaian atribut muslim.
Pemilik akun Masniah Kaltara menilai kubu Ahok, lewat video tersebut, telah mengungkit trauma masa lalu masyarakat Indonesia. 

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) bahkan memilih menempuh langkah hukum. Mereka melaporkan Ahok-Djarot ke Badan Pengawas Pemilu dan rencana melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait isi video kampanye itu.

ACTA menyebut kubu Ahok-Djarot telah membuat iklan kampanye yang menyudutkan umat muslim. 

Pembina ACTA Habiburokhman mengatakan, yang dipermasalahkan pihaknya adalah adegan para pengunjuk rasa yang menggunakan atribut umat muslim dan seakan-akan memperlihatkan umat muslim tidak beretika.

"Video itu secara jelas berisi adegan, tampak kerusuhan dan demo di mana pelakunya adalah orang yang memakai pakaian yang biasa digunakan umat Islam, yaitu peci dan surban," kata Habibiurokhman.
Sementara itu Djarot menyatakan tak terlibat dalam proses pembuatan video. Suara yang digunakan dalam video tersebut, kata Djarot, adalah suara dia saat berpidato dalam kampanye akbar di Parkir Timur Senayan, beberapa waktu lalu.



Djarot mengatakan video itu dibuat oleh tim khusus yang melibatkan relawan. Dia menduga nuansa kerusuhan anti-etnis di era kejatuhan Orde Baru itu sengaja dihadirkan agar kejadian serupa tak kembali terulang.

"Supaya kita sadar betul bahwa Jakarta dan Indonesia adalah bhineka, plural. Dan itu suatu fakta, suatu kenyataan. Maka mari kita rawat kebinekaan itu dengan baik," ujar Djarot.

Anggota tim pemenangan bidang data dan informasi, Eva kusuma Sundari, mengatakan video kampanye itu sengaja menampilkan dampak negatif dari penggunaan isu SARA yang dianggap telah merusak warga selama Pilkada DKI berlangsung.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, video kampanye itu hanya menggambarkan kondisi ibu kota akibat Pilkada berbalut isu SARA. Melalui video itu, kata Eva, Ahok-Djarot hendak menyampaikan pesan bahwa Jakarta merupakan rumah bagi setiap warganya.


Rabu, 05 April 2017

Pertolongan Pertama Pada STROKE



orang yg kena STROKE mendadak (jatuh dr WC dsB), pembuluh darah ke otak akan pecah sedikit demi sedikit. Ingat,untuk mengatasi hal ini janganlah gugup/panik. Jika korban berada di tempat kejadian seperti dikamar mandi/ruang tidur/ruang tamu dll. JANGAN dipindah2kan ke tempat lain, karena akan percepat pecahnya pembuluh darah, dan janganlah sampai dy terjatuh lg. Caranya adl dengan mengeluarkan darah korban dgn menggunakan jarum yg telah dibakar/disteril yg kemudian ditusukkan ke ujung setiap jari masing2 sampai darahnya keluar± 1-2 tetes. Kalau darahnya tidak keluar dapat diurut sampai keluar, sesudah itu korban akan sadar setelah beberapa menit kemudian. Jika korban mulutnya miring, tariklah kedua daun telingany sampai merah dan langsung tusuk bagian bawah daun telinga dg jarum steril sampai darah keluar ± 1-2 tetes. Setelah korban sadar dan mulutnya sudah pulih kembali, barulah dibawa ke dokter/RS.

Biasanya orang yg terkena STROKE pembuluh darahnya akan lebih cepat pecah karena goncangan dalam perjalanan ke RS/dokter. Orang tsb dapat tidak sadar kembali/pingsan dan biasanya akan cacat/lumpuh. (Kita harus ingat MENGELUARKAN DARAH dari jari orang yg terkena STROKE, maka kita sudah bisa menolong orang tsb dari penyakit STROKE).Share ini boleh diteruskan. Maka Tak terhinggalah jasa pahala anda, indah berbagi teman, saudara , jgn berhenti ∂ï anda okeh.

Silahkan share & bagikan ke temen-temen ya sist, biar semakin banyak yang tahu dan tulisan ini menjadi lebih banyak bermanfaat serta berikan komentarnya.
SEMOGA BERMANFAAT



Jumat, 31 Maret 2017

Heboh! Video Megawati "Bantulah Saya" Memohon Dukungan di Putaran Ke-2

Megawati : "Bantulah Saya"

Video Pendek Megawati yang meminta bantuan untuk memenangkan Jagoannya di Putaran Kedua Nanti. Megawati menghimbau masyarakat agar tak membawa isu sara, karena pilgub bukan ajang untuk memilih pemimpin agama, melainkan pemimpin pemerintahan.




Minggu, 26 Maret 2017

Menag: Ceramah di Mesjid Tidak Boleh Mengclaim Agama Kita yang Paling Benar?


Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pedoman bersama ceramah di rumah ibadah tidak terlepas dari masukan dan keluhan masyarakat. Setidaknya ada empat hal yang dikeluhkan masyarakat selama ini.

Ia mengatakan, pertama, materi ceramah cenderung membesar-besarkan persoalan furuiyyah yang tidak prinsipil. Sehingga berpotensi menimbulkan sengketa di antara umat beragama. Bahkan, ada juga penceramah yang menghadapkan persoalan pada klaim kebenaran, bahwa yang satu benar dan yang lain salah.

"Padahal hal itu termasuk bukan masalah pokok agama dan terdapat keragaman pandangan ulama di dalamnya," kata Lukman dilansir Republika dari laman resmi Kemenag, Ahad (19/3).

Ia menyampaikan, yang kedua, materi ceramah menyalah-nyalahkan umat agama lain. Ceramah yang menyalah-nyalahkan agama tidak dibolehkan. Menurutnya, agama justru menganjurkan untuk berkata bersih, tidak perlu mengatakan orang lain kotor.
Di tengah kemajemukkan bangsa, hal ini menjadi sesuatu yang harus dihindari. "Jadi tidak perlu menyalah-nyalahkan agama lain untuk mengatakan kita yang paling benar," ujarnya.

Kemudian yang ketiga, dikatakan dia, materi ceramah keagamaan yang sudah memasuki wilayah politik praktis. Menurutnya, diperlukan kesepakatan bersama para tokoh agama, apakah ceramah di rumah ibadah berupa ajakan untuk memilih si A dan larangan memilih si B dengan beragam alasan menjadi bagian dari dakwah atau justru masuk ujaran kebencian yang diskriminatif. "Ini tentu yang harus disepakati bersama," ujarnya.

Ia mengatakan, yang keempat, keluhan terkait materi ceramah yang menyalah-nyalahkan ideologi negara. Misalnya mengatakan Pancasila sebagai sesuatu yang salah dan harus diperangi, menghormati bendera sebagai perbuatan syirik dan sejenisnya.

"Ini dalam konteks keindonesiaan, menurut hemat saya harus betul-betul dihindari oleh siapapun ketika dia sedang berceramah, apalagi di rumah ibadah," jelasnya 




Minggu, 12 Maret 2017

SIKAP NABI MUHAMMAD SAW TERHADAP JENAZAH ORANG MUNAFIK.


Suatu ketika tokoh munafik Abdullah bin Ubai meninggal dunia, kemudian putranya datang kepada Nabi Muhammad SAW agar mau menshalatkan ayahnya, dan saat itu Nabi menyanggupinya. Ketika Nabi datang dan bersiap mengimami shalat jenazah, saat itu muncul pertanyaan dari sahabatnya Umar bin Khattab. Umar bertanya berdasarkan surat At Taubah ayat 80 yang isinya bahwa dimohonkan ampun atau tidak itu sama saja, Allah tidak memberikan ampunan kepada kaum munafik. Bahkan jika memohon ampun tersebut dilakukan sebanyak 70 kali, tetap Allah tidak mengampuni mereka karena telah inkar kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mendengar pertanyaan tersebut, maka Nabi menjawab ia akan menambah istighfarnya lebih dari 70 kali, hal tersebut sesuai dalam penjelasan dalam Tafsir Ibnu Katsir. "Ini menandakan betapa sayangnya Nabi kepada umatnya. Bahkan kepada orang kafir yang meninggal sekalipun Nabi ikut bersedih, sedih buka karena kekafirannya tetapi karena belum sempat mengislamkannya," jelas Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq saat pengajian di Pesantren Agrikultural Markaz Syariah Bogor, Jumat (10/3/2017).

Kata Habib, keterangan tersebut sering dijadikan dalil oleh kelompok-kelompok yang membolehkan menshalatkan jenazah orang munafik. Di ayat tersebut Allah belum memberikan larangan secara tegas. Namun, masalah ini tidak berhenti disitu, ada ayat berikutnya. "Jadi kalau memahami ayat jangan separuh, baca kelanjutan ayatnya," katanya.
Habib Rizieq melanjutkan, setelah kejadian itu turunlah ayat berikutnya yaitu At Taubah ayat 84 yang isinya agar jangan lagi menshalatkan orang munafik, bahkan menziarahi kuburannya pun dilarang. Hal tersebut dikarenakan mereka sudah nyata inkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mati dalam keadaan fasik. "Dan setelah turun ayat ini sampai akhir hayatnya, Nabi tidak lagi menshalatkan orang munafik," jelasnya.
Habib menambahkan, dalam konteks hukum Islam, ini yang disebut Nasikh Mansukh, At Taubah ayat 80 sudah dimansukh, artinya hukumnya tidak berlaku lagi, diganti hukumnya oleh At Taubah ayat 84.
"Kemudian, masih dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa jika Nabi diundang menshalatkan jenazah yang belum terlalu dikenal, niscaya beliau akan bertanya dahulu. Jika si jenazah adalah Muslim yang baik maka Nabi menshalatkan, tetapi sebaliknya jika orang tersebut buruk agamanya maka Nabi mendatangi keluarganya dan menyerahkan kepada keluarga untuk mengurusinya dalam rangka memenuhi fardu kifayah, setelah itu Nabi pulang (tidak menshalatkan) dan para sahabat mengikuti," tambahnya.
Lalu bagimana jika sifat munafiknya tidak ketahuan, maka kata Habib Rizieq, jenazah tersebut tetap dishalatkan, sementara munafiknya urusan Allah. "Tetapi yang munafiknya jelas kelihatan, sudah dinasihati ulama malah melawan, dia fasik secara terang-terangan, maka tidak boleh dishalatkan," jelasnya.
"Maka itu, kita jangan menyalahkan kalau ada ulama yang tidak mau menshalatkan jenazah yang misalnya mati bunuh diri atau sedang maksiat secara terang-terangan. Itu hak ulama yang harus dihormati, dan jangan dipaksa. Ulama penting punya sikap, khususnya ulama panutan, sikap ulama tersebut memberikan pesan efek jera, sehingga orang tidak sembarangan melakukan maksiat karena takut tidak dishalatkan, maksudnya jangan sampai ada yang berani maksiat lagi," tambahnya.
Kata Habib Rizieq, sama seperti di Jakarta saat ini, jangan kaget kalau ramai di berita ada sejumlah DKM Masjid yang tidak mau menshalatkan orang munafik yang mendukung calon pemimpin kafir. "Keputusan pengurus masjid dan masyarakat itu sah-sah saja. Dan ini jadi pelajaran, karena masalah kepemimpinan ini urusan besar," tandasnya.




Minggu, 05 Maret 2017

Beredar Video Ibu-ibu Curhat Ijazah Anaknya Ditahan Karena Pilih Ahok

Pengguna media sosial dikejutkan beredarnya sebuah video pendek tentang curhatan seorang ibu.
Dalam video itu terlihat seorang ibu berjilbab ungu yang sedang diwawancarai sejumlah orang.
Dari informasi yang dihimpun dalam percakapan tersebut, diketahui awalnya ibu itu berada di balaikota untuk menyampaikan sepucuk surat yang hendak disampaikan untuk Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja 
Perempuan yang mengaku bernama Alpiyah ini menceritakan bahwa ijazah anak pertamanya, Marwan sejak tiga tahun terakhir ini masih ditahan pihak sekolah.
Ia mendatangi balaikota karena upayanya ke sekekolah tidak membuahkan hasil.
Beberapa kali mencoba mendatangi pihak sekolah, namun ijazah itu urung diberikan sementara anaknya sedang sangat membutuhkan untuk syarat administrasi sekolah.
"Kalau nggak dikasih-kasih saya mau minta fotocopian saja soalnya anak saya dimintai ijazah mau buat ujian. Kata orang ini pak Arifnya sudah keluar. Lhoh, saya tanya Ijazah kan adanya di sekolahan? Enggak, dibawa (pak Arif) buk. Nah kemudian saya dikasih nomornya pak Arif. Ditelponlah. Sudah berapa kali saya telpon sms iya-iya katanya mau datang ke sekolahan. Ternyata sampai sekarang nggak di kasih," ucap ibu itu seperti terekam dalam video..
Ia kemudian menceritakan juga saat menanyai sejumlah pegawai yang sedang makan di sekolah tersebut, namun ia malah ditanya pilih siapa saat Pilkada.
Saat itu Alpiyah menjawab pilih Ahok. Namun menurutnya, setelah bilang begitu pihak sekolah memberikan tanggapan yang tidak mengenakkan.
"Ibu kalau pilih Ahok ijazahnya nggak saya kasih," ucap perempuan itu menirukan.
"Idih ijazahnya apaan pak, saya sekolah nggak gratis. Saya sekolah bayar, saya bilang begitu," sambungnya.
Video itupun menyita perhatian netizen dan dengan cepat tersebar di media sosial.
Banyak netizen yang menyayangkan sikap sekolah yang dinilai tidak profesional.
sans-serif;">Ada juga netizen yang mengaku tetangga ibu tersebut dan mengatakan cerita itu benar adanya.
@rezatama24 tenangga gw nih, namanya Ibu Apiah. Bener ini video bukan settingan. Pihak sekolahnya jahat !!
@dimisandif nah lho ? Urusan ijazah kok sampai ke pilkada ? Tolong guys diramein nih biar clear yg mana yg benar. Tidak habis pikir lho.
@ArganiBagas Pilkada menang atau kalah sebenernya hal biasa, sepele tapi masa harus sampe segininya sih, kok gue gedeg ya

@AdelineFiona berpolitik boleh pak guru tp hargai jg pilihan orang ,mngkn gurunya sdh lama ga pelajari Budi pekerti




Kamis, 02 Maret 2017

Raja Salman dan Habib Rizieq Semasa Menempuh Pendidikan di Saudi Arabia

Ramai publik membicarakan jabat tangan antara Gubernur DKI Jakarta berstatus Terdakwa Penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama dengan Raja Salman. Di saat yang sama diopinikan Habib Rizieq Shihab terpinggirkan dan seolah-olah tak dianggap oleh Raja Salman. Padahal ada satu hal menarik soal "keterkaitan" Sang Raja dan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu.

Di Riyadh, Arab Saudi ada sebuah kampus bernama King Saud University yang menjadi salah satu kampus terbaik di sana. Tak cuma bereputasi bagus, universita ini juga  almamater bagi sejumlah anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.


Habib Rizieq pernah mencicipi kuliah di King Saud University dengan mengambil Jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul). Habib Rizieq dapat kuliah di sana karena mendapat beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) saat ia baru belajar setahun di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) pada 1983. 
Empat tahun lamanya ia menempuh pendidikan di King Saud University. Pada 1990, Habib Rizieq dinyatakan lulus, lengkap dengan predikat cumlaude.


Habib Rizieq menetap di Arab Saudi selama tujuh sampai delapan tahun. Setelah lulus dia tak langsung pulang ke Tanah Air, tapi mengajar di Riyadh. Pria kelahiran 24 Agustus 1965 itu baru kembali ke Indonesia pada 1992. Diketahui, dia juga pernah kuliah untuk mengambil S-2 dan S-3 di Universitas Antar-Bangsa Malaysia.

Di masa Habib Rizieq belajar dan mengajar, Riyadh dipimpin oleh seorang gubernur bernama Salman yang kini menjadi raja. Jadi, Raja Salman dan Riyadh bukanlah hal baru bagi Habib Rizieq. Dan tak perlu heboh hanya karena bersalaman saat menyambut Sang Raja.


Jumat, 17 Februari 2017

Pria Baju Kotak-Kotak Hina Tentara, Kapangdam Jaya geram

Dalam proses pencoblosan Pilkada DKI Jakarta pada Rabu (15/2) kemarin, sempat terjadi beberapa keributan. Salah satu keributan yang viral di media sosial yaitu video pria berbaju kotak-kotak yang menghina tentara. Dalam video tersebut, pria tersebut berucap 'potong tentara'.
Menanggapi hal itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Heri Prakoso mengatakan bahwa pria tersebut mungkin pernah bekerja sebagai penjahit baju tentara. "Mungkin dia dulupernah kerja jadi penjahit tentara, jadi potong-potong bahan," ujar Heri saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (17/2).
Namun, diketahui pria baju kotak-kotak tersebut sudah meminta maaf lewat sebuah video atas ucapan cerobohnya tersebut. Heri juga mengaku sudah melihat video tersebut. "Kan ada videonya yang bersangkutan minta maaf," ujar Heri.
Kendati demikian, Heri tetap mengimbau kepada pria tersebut atau semua lapisan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertutur kata. "Agar lebih hati-hati lagi, mulutmu harimaumu, apalagi tentara kan alat negara, mesti sama-sama dijaga kehormatannya," kata dia.
Heri membantah isu yang beredar bahwa pria kotak-kotak tersebut sempat diamankan oleh Polisi Militer dan babak belur. Apalagi, kata dia, dalam video permintaan maaf tersebut wajah pria itu tidak terdapat luka.
"Enggak (tidak ditahan). Kalau di videonya mulus-mulus saja tuh. Tapi modelnya sudah babak belur memang kok. Coba saja lihat videonya yang marah-marah di TPS," ujarnya.
Seperti diketahui, saat ini beredar video pria berbaju kotak-kotak diYoutube, yang merupakan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Jakarta. Dalam video diYoutube berjudul “Pria Baju Kotak-Kotak Ngamuk, Tentara Aja Gua Potong Disini Apalagi Lo!!” terlihat pendukung Ahok mengucapkan ancaman terhadap tentara.
Tu anak siapa itu anak kecil tadi eh. Tentara gua potong di sini, apalagi elu ye,” kata pria berbaju kotak-kotak tersebut.

Rabu, 15 Februari 2017

Ungkap Kecurangan di Pilkada DKI 2017

Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi, mendapati laporan adanya penyimpangan dalam praktik pemilihan suara yang berlangsung di sejumlah tempat pemungutan suara yang ada di Jakarta. 
Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mohammad Taufik mengatakan, banyak model kecurangan yang dilakukan para oknum melancarkan aksinya. Di antaranya, aksi pemaksaan kehendak di Cempaka Putih. 
"Memaksakan kehendak, padahal tidak ingin mencoblos nomor tertentu. Tapi, dipaksa yang lain. Itu ditangkap oleh kami," ujar Taufik di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jakarta, Rabu 15 Februari 2017.


Ia membeberkan bahwa oknum tersebut adalah anggota DPRD DKI Jakarta dari partai politik PDIP, dan ia mengaku mengenal oknum tersebut. Namun, dirinya tidak menyebutkan secara detail siapa yang dimaksud. 
"Pemaksaan kehendak dilakukan oleh anggota DPRD parpol PDIP. Satu yag tertangkap. Satu itulah yang kita anggap. Itu kan menunjukkan suatu yang tidak patut sebagai anggota dewan. DiYoutube itu banyak (videonya), hampir dipukulin orang," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat inginkan pemilihan berjalan dengan bersih. Sehingga, siapa pun pihak yang melakukan penyimpangan, pasti dihardik oleh masyarakat.


Praktik kecurangan lainnya yakni ada yang memilih dengan menggunakan nama lain. Tindakan ini terjadi di Pademangan, Jakarta Utara.
"Yang menggunakan nama orang dari Pontianak. Kami belum tahu, berapa orang yang melakukan itu. Yang jelas, kami minta Polsek Pademangan mengurus itu. Jangan sampai lepas," tuturnya. 

Selain itu, ada juga TPS yang tertutup dalam memberikan informasi. Ia mencontohkan, di Muara Baru, Jakarta Utara, ada 200 orang warga yang hampir tidak boleh memilih oleh petugas TPS. Padahal, mereka memiliki identitas sebagai warga Jakarta. 
Alasan dari petugas tersebut, ia sebutkan, terlalu dibuat-buat. Salah satu alasannya adalah jumlah blangko yang tidak cukup. 
"Kami datang ke sana, kami jelaskan, sesuai dengan aturan KPU kan boleh. Masak blangko bisa tidak berkecukupan dan segala macam. Alasannya saya rasa terlalu dibuat-dibuat, dan itu bisa menjadi pelajaran KPU ya. Nah, yang begitu-begitu kami kawal terus," jelasnya. 
Namun hingga saat ini, dirinya belum mengantongi angka kecurangan secara pasti dan detail. Karena, laporan belum masuk secara keseluruhan. Laporan itu juga akan diolah, sebelum ditindak lebih jauh ke pihak yang berwenang.