Kamis, 01 September 2016

Dahulu Veteran Ini menggusur Penjajah, Namun Sekarang Pejuang Itu di gusur Pemkot

 
Ilyas Karim adalah seorang pejuang berpangkat Letnan Kolonel
(Letkol) Purnawirawan yang masa mudanya ikut membawa bambu runcing 
melawan penjajahan di Indonesia.

Namun, kali ini tempat tinggalnya yang berada di kawasan Rawajati tersebut harus dibongkar paksa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan.‎ Ia sangat menyayangkan penggusuran yang dilakukan layaknya zaman penjajahan dahulu. Pria yang mengaku pernah mengibarkan bendera sang saka merah putih di kediaman Soekarno tersebut juga tak menyangka untuk kedua kalinya tempat kediamannya akan digusur. semasa hidupnya dulu ia memperjuangkan Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Namun, Kamis pagi ini, perputaran‎ hidup ternyata berbalik. "Dulu saya melawan penjajah, sekarang ko rasanya saya seperti yang dijajah bangsa sendiri ya," tuturnya.




Saat ini, pejuang Republik Indonesia tersebut tidak punya pilihan harus bermalam dan tinggal dimana setelah sebuah mobil besar milik pemerintah menghancurkan singasananya yang sudah ditempati selama 35 tahun.

‎"Saya bayar PBB, bayar pajak, padahal bukan rumah liar. Belanda jajah kita bertahun-tahun, dan ini bentuk penjajahan gaya baru," tukasnya.

Sejak 2015 lalu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah mengeluarkan surat peringatan kepada warga Rawajati RT 09 RW 04 untuk mengosongkan rumah mereka. Permukiman mereka akan digusur oleh pemerintah lantaran tempat yang dihuni oleh mereka merupakan ruang terbuka hijau (RTH).

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif menilai, penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan terhadap permukiman warga RT 09 RW 04 Rawajati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan adalah ilegal. Hal ini karena penggusuran tersebut dinilai tidak dilengkapi surat izin. "Pokoknya penggusuran ini ilegal, tadi saya sempat minta surat izin penggusuran, ternyata mereka tidak bawa," ujar pria berkacamata tersebut di lokasi penggusuran, Kamis (1/9).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar